Berita TerkiniKDM Dorong Peran Ayah dalam Pencegahan Stunting Melalui Program KDM Peduli Stunting 2026

July 14, 2026by admin

KDM Dorong Peran Ayah dalam Pencegahan Stunting Melalui Program KDM Peduli Stunting 2026

BONTANG – PT Kaltim Daya Mandiri (KDM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). Kali ini, KDM menggelar program KDM Peduli Stunting 2026 dengan mengusung tema “Peran Ayah untuk Generasi Bebas Stunting” yang berlangsung di Aula Grand Equator, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui sinergi bersama Dinas Kesehatan Kota Bontang, Puskesmas Bontang Utara II, serta Kelurahan Loktuan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para ayah, mengenai pentingnya keterlibatan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan bebas stunting.

Manager SDM dan Umum KDM, Siswa Suyakti, menjelaskan bahwa pemilihan tema tersebut didasarkan pada besarnya peran ayah dalam menentukan berbagai aspek kehidupan keluarga, mulai dari pemenuhan gizi, akses layanan kesehatan, hingga pembentukan pola hidup sehat.

“Kami ingin berkontribusi dalam menciptakan generasi yang sehat melalui penguatan peran keluarga. Selama ini, perhatian terhadap pencegahan stunting lebih banyak terfokus pada ibu dan anak, padahal ayah juga memiliki tanggung jawab yang besar dalam mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui kegiatan ini KDM berharap para ayah dapat semakin memahami pentingnya keterlibatan mereka dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.

KDM Dorong Peran Ayah dalam Pencegahan Stunting Melalui Program KDM Peduli Stunting 2026
Pemeriksaan Kadar CO pada Peserta

Menurutnya, implementasi program CSR perusahaan tidak hanya diwujudkan dalam bentuk bantuan fisik, tetapi juga melalui program edukasi dan pemberdayaan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kota Bontang, Puskesmas Bontang Utara II, Kelurahan Loktuan, serta seluruh narasumber yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga kolaborasi yang baik ini dapat terus terjalin dan memberikan manfaat yang lebih luas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bontang, Bambang Sri Mulyono, menilai keterlibatan ayah merupakan salah satu faktor penting dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kota Bontang.

Menurutnya, upaya pencegahan stunting tidak dapat dilakukan hanya dengan menyasar ibu dan anak, tetapi membutuhkan perubahan perilaku seluruh anggota keluarga, termasuk para ayah.

KDM Dorong Peran Ayah dalam Pencegahan Stunting Melalui Program KDM Peduli Stunting 2026
Sesi Diskusi dengan Peserta

Hal senada juga disampaikan Pimpinan BLUD Puskesmas Bontang Utara II, dr. Dwiyanti. Ia menegaskan bahwa ayah memiliki peran strategis sebagai pengambil keputusan dalam keluarga sehingga perlu mendapatkan edukasi terkait kesehatan keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi dari sejumlah narasumber, di antaranya Dokter Spesialis Paru dr. Ferryansyah yang membahas dampak rokok terhadap kesehatan keluarga, Dokter Spesialis Anak dr. Thoufik Hidayat mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, serta Psikolog HIMPSI Kalimantan Timur Cabang Bontang, Trully Trisna Milasari, yang mengulas pentingnya keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan anak.

KDM Dorong Peran Ayah dalam Pencegahan Stunting Melalui Program KDM Peduli Stunting 2026
Foto Bersama Seluruh Peserta dan Tamu Undangan

Melalui program KDM Peduli Stunting 2026, KDM berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Bontang, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam upaya mencegah stunting secara berkelanjutan.